Start Cerita sex anak malam pertama anak dara malaysia

Cerita sex anak malam pertama anak dara malaysia

Pertama kali aku menikmati aroma kemaluan perempuan.

Sesekali kulihat wajah suamiku yang tak henti menatap wajahku sambil tersenyum hingga akhirnya dia menggunakan telunjuknya untuk menganggat daguku agak tak terus tertunduk.

Masih dengan perasaan malu, akupun menegakkan wajahku hingga menatap lurus ke wajah suamiku.

Setelah sekian lama kami menjalin hubungan tanpa status yang resmi dari KUA akhirnya pagi tadi sekitar pukul 08.00 disaksikan orang tua, 2 saksi resmi, dan ratusan orang dari pihak pengantin pria maupun wanita, kami telah resmi menjadi sepasang suami istri yang telah sah, resmi, dan bebas untuk melakukan hubungan seks kapan saja dimana saja baik siang, malam, dikamar, didapur, dikamar mandi, ditengah rumah, sambil masak, sambil nonton TV, pokoknya kata pak penghulu tadi bilangnya bebas sebebasnya asal sesuai dengan aturan agama yang kami anut.

Tibalah saatnya kami memasuki malam pertama di kamar pengantin tepatnya sekitar pukul 23.30 dimana acara resepsi pernikahan telah usai, para tamu tidak ada lagi yang datang, dan orang-orang dirumah juga tampaknya tinggal beberapa orang saja yang masih terjaga menunggu peralatan resepsi, adapun kebanyakan sudah tertidur pulas karena pasti kecapean melayani tamu demi tamu yang datang tak henti silih berganti baik tamu dari pengantin pria, pengantin wanita, maupun tamu dari orang tua kami.

Bila mendapat lampu hijau maka aku mula mengusap den meramas-ramas buah dada Mak Usu yang sederhana besar itu. Pertama kali aku menikmati burit wanita dan aku menjadai bertambah gelojoh. Geli rasanya bila kepala botak menyondol celah yang berlendir. Aku menekan lebih kuat dan terasa kepala pelirku mula terbenam.

Puas meramas aku mengisap putingnya yang terasa keras. Setelah puas menghisap puting buah dada Mak Usu, aku mencium pusatnya. Kemudian hidungku makin ke bawah dan terasa rambut-rambut halus. Nafsuku makin memuncak bila tercium bau kemaluan Mak Usu.

Setelah mengunci rapat pintu kamar, suamiku berkata setengah berbisik “Dik, ini malam pertama kita sebagai suami istri.